Saran Terbaik Untuk Tidur Pada Penderita Penyakit GERD

Saran-Terbaik-Untuk-Tidur-Pada-Penderita-Penyakit-GERD
February 19, 2021 0 Comments

Berita Terbaru – Posisi tidur juga mempengaruhi pergerakan asam lambung bagi penderita gastroesophageal reflux (GERD). Cari tahu posisi tidur yang tepat untuk mencegah gejala GERD di malam hari. Beberapa gejala GERD seperti batuk, tenggorokan terasa panas, mulas sampai sesak napas, sering membuat panik penderitanya. Akan bertambah parah jika gejala muncul pada malam hari.

Tidak hanya sibuk menangani gejalanya, penderita juga biasanya mengalami kecemasan. Namun sayangnya beberapa penderita GERD seringkali mengalami gejala pada malam hari. Padahal, penelitian menunjukkan, orang yang mengalami gejala GERD pada malam hari lebih berisiko terkena kanker esofagus. Solusi supaya tidak mengalami gejala refluks asam di malam hari yaitu dengan cara anda harus menjaga asam lambung di tempatnya.

Posisi tidur berperan besar dalam mengatasi gejala GERD di malam hari. Posisi kerongkongan di bawah lambung memungkinkan asam mengalir bebas mengendap di tenggorokan, paru-paru, dan sinus Anda. Penumpukan asam di esofagus dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Berikut posisi tidur dari yang terbaik sampai yang terburuk untuk penderita GERD.

1. Tidur miring ke kiri

Tidur miring ke kiri akan membantu mengatasi gejala GERD. Dalam posisi ini, perut terletak di bawah tenggorokan. Ini membuat refluks menjadi sulit. Jika asam lambung dilepaskan, gravitasi akan mampu mengembalikannya ke perut lebih cepat. Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan, pada posisi ini, gejala GERD lebih jarang dan tidak separah saat tidur di posisi lain.

2. Tidur miring ke kanan

Melakukan posisi tidur miring ke kanan menjadi posisi yang tepat  untuk para penderita GERD. Pada posisi ini, kerongkongan berada di bawah perut. Posisi ini memungkinkan asam lambung mengalir dengan mudah kemana saja. Tidur miring ke kanan juga menyebabkan asam tampak lebih cair yang menyebabkan regurgitasi, batuk dan tersedak.

3. Telentang atau tengkurap

Tidur dalam posisi ini harus dihindari oleh penderita GERD. Dengan tidur telentang, asam yang keluar dari perut bisa mengalir kemana saja. Menurut penelitian yang dilakukan, posisi ini membuat gejala muncul lebih sering . Terlebih lagi akan cenderung berlangsung lama akibat asam yang terperangkap di kerongkongan. Tingkat keparahan gejala Anda akan meningkat jika Anda memiliki lemak perut.

Gunakan penyangga atau bantal ekstra

Idealnya para dokter akan menyarankan penderita GERD untuk tidur dengan penyangga atau bantal ekstra. Anda bisa meletakkan bantal tambahan di kepala atau untuk menopang leher dan dada bagian atas. Studi menunjukkan bahwa tidur dengan posisi miring atau miring dapat mengurangi gejala GERD.  Nantinya gaya gravitasi ini otomatis akan membantu mengembalikan asam lambung ke perut Anda.

Makanan Yang Harus Dihindari Penderita GERD

1. Makanan berlemak. Makanan berlemak yang digoreng dapat menyebabkan cincin otot esofagus melemah, sehingga lebih banyak asam lambung naik ke esofagus. Makanan ini juga menunda pengosongan perut. Memakan makanan berlemak tinggi bisa membuat Anda lebih berisiko mengalami gejala refluks asam. Jadi, mengurangi total asupan lemak harian bisa membantu menghindari risiko. Makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi antara lain gorengan, produk olahan susu, daging potong atau olahan, es krim, keripik, dan makanan berminyak lainnya.

2. Tomat dan jeruk. Memang buah dan sayuran sangat penting dalam pola makan yang sehat. Akan tetapi ada jenis buah tertentu yang bisa menyebabkan atau memperburuk gejala GERD. Buah yang dimaksud tersebut masuk dalam kategori buah yang memiliki rasa asam berlebih. Jika sering mengalami asam lambung, sebaiknya kurangi atau hilangkan asupan buah-buahan seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, nanas, dan tomat.

3. Makanan pedas. Makanan pedas dan yang memiliki rasa yang kuat seperti bawang putih, bawang bombay, dan tentunya cabai, memicu gejala sakit maag atau refluks asam pada banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *